Senin, 04 Agustus 2025
Soal Latihan Penggunaan Tanda Baca
Jumat, 08 Oktober 2021
Unsur-Unsur Pembangun Cerita Pendek
Apa itu Cerpen?
Apakah kalian pernah mendengar ungkapan “cerita yang dapat dibaca hanya sekali duduk”? Dalam ungkapan ini dapat disimpulkan bahwa cerita yang dimaksud adalah cerita pendek atau cerpen. Pada umumnya, cerpen bersifat fiksi atau rekayasa dan masalah yang terdapat dalam cerpen biasanya memiliki kesan tunggal. Disamping itu, ada berbagai macam karakter tokoh baik antagonis maupun protogonis, dimana dari karakter tersebut maka dapat dipelajari hal-hal yang benar dan salah dari nilai-nilai kehidupan dalam cerpen.
Selain definisi di atas, ada beberapa pengertian cerpen. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerpen adalah sastra kisahan pendek atau kurang dari 10 ribu kata yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi atau pada suatu ketika.
Menurut Sutardi, cerpen adalah rangkaian peristiwa yang terjalin menjadi satu yang di dalamnya terjadi konflik antartokoh atau dalam diri tokoh itu sendiri dalam latar dan alur. Peristiwa dalam cerita berwujud hubungan antartokoh, tempat, dan waktu yang membentuk satu kesatuan.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah prosa berisi gagasan, pikiran, pengalaman yang diimajinasikan dan membentuk sebuah peristiwa dengan satu peristiwa puncak. Ada beberapa ciri-ciri cerpen yang mesti dipahami agar kita dapat membedakannya dengan karya tulis lainnya, diantaranya adalah:
a. Memiliki jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata.
b. Memiliki proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan Novel.
c.
Kebanyakan mempunyai isi cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.
d. Tidak
mencerminkan semua kisah tokohnya. Karena dalam cerpen yang dikisahkan hanyalah
intinya
saja.
e. Tokoh
yang diceritakan dalam cerpen mengalami sebuah konflik sampai pada tahap
penyelesaiannya.
f. Pemilihan
katanya sederhana sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya.
g. Bersifat
Fiktif.
h.
Menceritakan satu kejadian saja dan menggunakan alur cerita tunggal dan lurus.
i.
Membacanya tidak membutuhkan waktu yang lama.
j.
Memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam sehingga pembaca akan ikut
merasakan
kesan dari
cerita tersebut.
Apa saja unsur-unsur pembangun Cerita Pendek?
Cerpen
memiliki dua unsur pembangun, diantaranya adalah unsur intrinsik dan
ekstrinsik.
a. 👉 Unsur intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerpen yang
berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Jika
diibaratkan sebuah bangunan, maka unsur intrinsik
adalah komponen-komponen bangunan
tersebut. Unsur intrinsik cerpen terdiri dari tema,
tokoh atau penokohan, alur cerita, latar, gaya
bahasa, sudut pandang dan amanat. Berikut
penjelasannya:
1) Tema
Tema jarang dituliskan secara tersurat oleh
pengarangnya. Untuk dapat merumuskan tema, kita
harus terlebih dahulu mengenali rangkaian peristiwa
yang membentuk alur cerita dalam cerpen
itu. Dengan kata lain tema merupakan ide atau
gagasan dasar yang melatarbelakangi keseluruhan
cerita yang ada dari cerpen. Tema memiliki sifat
umum dan general yang dapat diambil dari
lingkungan sekitar, permasalahan yang ada di
masyarakat, kisah pribadi pengarang sendiri,
pendidikan, sejarah, perjuangan romansa,
persahabatan dan lain-lain.
2) Penokohan
Penokohan merupakan cara pengarang menggambarkan
dan mengembangkan karakter tokohtokoh dalam cerita. Berikut cara-cara
penggambaran karakteristik tokoh.
• Teknik analitik langsung
Alam termasuk siswa yang paling rajin di antara
teman-temannya. Ia pun tidak merasa sombong
walaupun berkali-kali dia mendapat juara bela diri.
Sifatnya itulah yang menyebabkan ia banyak
disenangi teman-temannya.
• Penggambaran fisik dan perilakutokoh
Seperti sedang berkampanye, orang-orang desa itu
serempak berteriak-teriak! Mereka menyuruh
camat agar secepatnya keluar kantor. Tak lupa
mereka mengacung-acungkan tangannya,
walaupun dengan perasaan yang masih juga ragu-ragu.
Malah ada di antara mereka sibuk
sendiri menyeragamkan acungan tangannya, agar tidak
kelihatan berbeda dengan orang lain.
Sudah barang tentu, suasana di sekitar kecamatan
menjadi riuh. Bukan saja oleh demonstrandemonstran dari desa itu, tapi juga
oleh orang-orang yangkebetulan lewat dan ada disana.
• Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh
Desa Karangsaga tidak kebagian aliran listrik.
Padahal kampung- kampung tetangganya sudah
pada terangsemua • Penggambaran tata kebahasaan
tokoh
Dia bilang, bukan maksudnya menyebarkan provokasi.
Tapi apa yang diucapkannya benarbenar membuat orang sedesa marah.
• Pengungkapan jalan pikiran tokoh
Ia ingin menemui anak gadisnya itu tanpa ketakutan;
ingin ia mendekapnya, mencium bau
keringatnya. Dalam pikirannya, cuma anak gadisnya
yangmasih mau menyambutnya dirinya.
• Penggambaran oleh tokoh lain
Ia paling pandai bercerita, menyanyi, dan menari.
Tak jarang ia bertandang ke rumah sambil
membawa aneka brosur barang-barang promosi. Yang
menjengkelkan saya, seluruh keluargaku
jadi menaruh perhatian kepadanya.
3) Alur
Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk
oleh hubungan sebab akibat
ataupun bersifat kronologis. Pola pengembangan
cerita suatu cerpen beragam. Pola-pola
pengembangan cerita harus menarik, mudah dipahami,
dan logis. Jalan cerita suatu cerpen
kadang-kadang berbelit-belit dan penuh kejutan, juga
kadang- kadang sederhana.
4) Latar
Latar atau setting meliputi tempat, waktu, dan
peristiwa yang digunakan dalam suatu cerita.
Latar dalam suatu cerita bisa bersifat faktual atau
bisa pula yang imajinatif. Latar berfungsi
untuk memperkuat atau mempertegas keyakinan pembaca
terhadap jalannya suatu cerita.
5) Gaya Bahasa
Dalam cerita, penggunaan bahasa berfungsi untuk
menciptakan suatu nada atau suasana
persuasif serta merumuskan dialog yang mampu
memperlihatkan hubungan dan interaksi
antara sesama tokoh. Kemampuan sang penulis
mempergunakan bahasa secara cermat dapat
menjelmakan suatu suasana yang berterus terang atau
satiris,
6) Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan strategi yang digunakan
oleh pengarang cerpen untuk
menyampaikan ceritanya. Baik itu sebagai orang
pertama, kedua, ketiga. Bahkan acapkali para
penulis menggunakan sudut pandang orang yang berada
di luar cerita.
7) Amanat
Amanat merupakan pesan yang hendak disampaikan
pengarang. Amanat dalam cerpen
umumnya bersifat tersirat. Kehadiran amanat, pada
umumnya tidak bisa lepas dari tema
cerita. Misalnya, tema cerita itu tentang
perjuangan kemerdekaan, amanat cerita itu pun tidak
jauh dari pentingnya mempertahankan kemerdekaan.
👉Unsur Ektrinsik
1) Latar belakang masyarakat
Yang termasuk dalam latar belakang masyarakat
adalah ideology Negara, kondisi politik,
kondisi social dan kondisi ekonomi.
2) Latar belakang penulis
Yang termasuk dalam latar belakang penulis adalah
riwayar hidup penulis, kondisi
psikologis dan aliran sastra penulis.
3) Nilai yang terkandung dalam cerpen
Nilai yang merupakan u sur ekstrinsik adalah nilai
agama, nilai social, nilai agama dan lainlain.
Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Pendek
a. Struktur teks cerita pendek
Stuktur cerpen merupakan rangkaian cerita yang
membentuk cerpen itu sendiri. Dengan
demikian, struktur cerpen tidak lain berupa unsur
yang berupa alur, yakni berupa jalinan cerita
yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat ataupun
secara kronologis. Secara umum jalan
cerita terbagi ke dalam bagian-bagianberikut.
1. Pengenalan situasi cerita
(exposition,orientation)
Dalam bagian ini, pengarang memperkenalkan para
tokoh, menata adegan dan hubungan
antartokoh.
2. Pengungkapan peristiwa (complication)
Dalam bagian ini disajikan peristiwa awal yang
menimbulkan berbagai masalah,
pertentangan, ataupun kesukaran-kesukaran bagi para
tokohnya.
3. Menuju pada adanya konflik (risingaction)
Terjadi peningkatan perhatian kegembiraan,
kehebohan, ataupun keterlibatanberbagi
situasi yang menyebabkanbertambahnya kesukaran
tokoh.
4. Puncak konflik (turning point)
Bagian ini disebut pula sebagai klimaks. Inilah
bagian cerita yang paling besar dan
mendebarkan. Pada bagian pula, ditentukannya
perubahan nasib beberapa tokohnya.
Misalnya, apakah dia kemudian berhasil
menyelesaikan masalahnya atau gagal.
5. Penyelesaian (ending ataucoda)
Sebagai akhir cerita, pada bagian ini berisi
penjelasan tentang sikap ataupun nasib-nasib
yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa
puncak itu. Namun ada pula, cerpen
yang penyelesaian akhir ceritanya itu diserahkan
kepada imaji pembaca. Jadi, akhir
ceritanya itu dibiarkan menggantung, tanpa
adapenyelesaian.
b. Kaidah Kebahasaan
Kaidah kebahasaan teks cerpen adalah seperti
berikut.
1. Banyak menggunakan kalimat bermakna lampau, yang
ditandai oleh fungsi-fungsi
keterangan yang bermakna kelampauan, seperti ketika
itu, beberapa tahun yang lalu,
telahterjadi.
2. Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan
waktu (konjungsi kronologis).
Contoh:sejak saat itu,setelah itu, mula-mula,
kemudian.
3. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan
suatu peristiwa yang terjadi,
seperti menyuruh, membersihkan, menawari, melompat,
menghindar.
4. Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukkan
kalimat tak langsung sebagai cara
menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang.
Contoh: mengatakan bahwa,
menceritakan tentang, mengungkapkan, menanyakan,
menyatakan, menuturkan.
5. Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan
sesuatu yang dipikirkan atau
dirasakan oleh tokoh. Contoh:
merasakan,menginginkan, mengarapkan, mendambakan,
mengalami.
6. Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan
oleh tanda petik ganda (“….”) dan kata
kerja yang menunjukkan tuturan langsung. Contoh:
a. Alam berkata, “Jangan diam saja, segera temui
orang itu!”
b. “Di mana keberadaan temanmu sekarang?” tanya Ani
pada temannya.
c. “Tidak. Sekali saya bilang, tidak!” teriak Lani.
7. Menggunakan kata-kata sifat (descriptive
language) untuk meng- gambarkan tokoh,
tempat, atausuasana.
Rabu, 06 Oktober 2021
Teks Anekdot
A. Pengertian
Teks anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Tetapi, ada makna yang tersirat yang terkandung dalam teks tersebut.
Makna teks anekdot membawa fungsi sosial yang bertujuan mengkritik atau menyindir. Kritik dan sindiran tersebut diperoleh dari realita sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari- hari. Hal tersebut disampaikan melalui lelucon sehingga tidak terkesan menghakimi atau menyudutkan pihak tertentu sehingga dapat disimpulkan terdapat beberapa ciri-ciri teks anekdot.
Cerita dikemas dalam bentuk lelucon, berisi kritik atau sindiran, melibatkan tokoh-tokoh yang dikenal oleh masyarakat. Berbentuk narasi singkat yang mengandung tokoh, alur, dan latar.(tim edukatif erlangga)
Anekdot dapat juga diungakapkan dalam bentuk gambar atau ilustrasi, biasanya dapat kita temukan di media cetak berupa komik atau di media elektronik berupa meme.
B. Struktur teks anekdot terdiri atas abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda
- Abstrak, bagian pembukaan yang gunanya memberikan gambaran tentang isi teks kepada pembaca;
- Orientasi, bagian awal dari kejadian atau menjelaskan latar belakang terjadinya peristiwa utama;
- Krisis, bagian di mana mulai muncul masalah unik atau tidak biasa pada tokoh;
- Reaksi, bagian ini menggambarkan bagaimana tokoh menyelesaikan masalahnya; dan
- Koda, bagian akhir dari cerita dan dapat berupa kesimpulan.
C. Unsur kebahasaan Anekdot
Secara kebahasaan teks anekdot memiliki unsur yaitu mengandung kata keterangan waktu, kata kiasan, kalimat sindiran, konjungsi penjelas, kata kerja material, kata kerja mental, konjungsi sebab akibat, kalimat imperatif, kalimat seru, dan konjungsi temporal, dan kalimat retoris.
D. Mengonstruksi Makna Tersirat dalam Teks Anekdot
Mengonstruksi berasal dari kata dasar konstruksi yang menurut KBBI salah satunya bermakna susunan. Maka apabila sama- sama mendapat awalan meng- maka menjadi menyusun.
Dalam menyusun atau mengonstruksi kita harus menentukan topik, sasaran , dan unsur kelucuan dalam anekdot serta menyimpulkan makna dan pesan tersirat di dalamnya. Makna tersirat dianalisis dan diuraikan berdasarkan fakta-fakta yang berhubungan dengan topik yang terdapat dalam teks anekdot. Makna tersebut dihubungkan dengan nilai-nilai kehidupan sehingga pembaca dapat mendalami dan merenungkan isi teks anekdot tersebut.
E. Menciptakan Kembali Teks Anekdot
Menciptakan teks anekdot sangat berbeda dibandingkan jika kalian menciptakan teks-teks yang lain. Mengapa demikian? karena teks anekdot bukan sekadar teks yang hanya dipahami konten/ isi nya saja tetapi membaca teks ini perlu identifikasi dan perenungan untuk mendapatkan makna atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis sehingga ketika kalian akan menciptakan teks ini , maka yang harus dikuasai adalah kalian harus paham dan tahu persoalan disekitarnya baik dari yang terdekat sampai dengan yang terjauh atau terluas. Baik masalah sosial, politik maupun budaya.
Pemunculan tokoh dan pembuatan alur yang menarik, dapat menjadi daya tarik sendiri bagi pembaca pada saat menikmati anekdot yang kalian buat. ketika kalian akan mengemas topik dan masalah menjadi sebuah teks anekdot. Hal yang jangan sampai dilupakan bahwa ciri anekdot salah satunya adalah sindiran yang dibalut kelucuan. Maka, ingatlah ciri itu sebagai ciri yang paling utama. Maka pastilah teks anekdot yang kalian ciptakan akan disukai oleh pembaca.
F. Langkah-Langkah Penyusunan Teks Anekdot
- Tentukanlah topik.
- Tentukan kritik yang ingin disajikan
- Rancang humornya.
- Tentukan tokoh yang terkait, sesuai dengan masalahnya. Tokoh yang dimaksud pada umumnya bersifat faktual.
- Rinci peristiwa ke dalam alur dan struktur anekdot yang meliputi abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.
- Kembangkan kerangka anekdot menjadi sebuah cerita utuh dengan memperhatikan unsur kebahasaannya.
- Lakukan penyuntingan.
Teks anekdot ini sama seperti teks narasi, yang di dalamnya terdapat tokoh, alur dan latar. Penyajian teks anekdot berbagai macam, selain berbentuk teks narasi, dapat juga berbentuk dialog dan cerita bergambar. Hal utama dalam penyajian teks anekdot selalu menggunakan kalimat langsung.
Contoh Teks Anekdot
Obat Sakit Kepala
Abstraksi
Di suatu hari pada bulan puasa, ada sesosok kakek yang hidup bersama dengan cucunya yang sedang asyik menikmati nonton televisi.
Orientasi
Si kakek seperti biasa sedang menonton acara favoritnya yaitu “Si Boy”. Setiap dua puluh menit sekali selalu muncul iklan, dan salah satu iklan yang muncul adalah iklan obat sakit kepala. Di dalam Iklan tersebut disebutkan bahwa obat tersebut dapat diminum kapan saja.
Krisis
Ketika sedang asyik-asyiknya menonton tv, kemudian si kakek mendadak muncul rasa sakit di kepalanya. Kemudian si kakek memanggil cucunya yang sedang enjoy bermain di kamar dan menyuruhnya supaya membelikan obat sakit kepala untuknya. Dan setelah cucunya tiba di rumah, maka tidak menunggu lama, si kakek pun langsung meminum obat tersebut.
Reaksi
Merasa ada yang aneh, si cucu tersebut kemudian bertanya kepada si kakek, “Kakek kan lagi puasa, kenapa minum obat Kek?”.
Koda
Dengan penuh percaya diri dan sama sekali tidak ragu-ragu, dan seakan tidak merasa berdosa, maka si kakek pun menjawab, “Itulah hebatnya obat bodr*x ini cu, bisa diminum kapan saja!”.
Selasa, 05 Oktober 2021
Mencipta Kembali Teks Anekdot Berdasarkan Aspek Makna Tersirat
“Keluarga Miskin dan Durian”
Di sebuah desa, hiduplah seorang janda dengan anaknya. Hari ini tidak ada kepulan asap di dapur. Hasan sangat lapar. Ia pun pergi dari rumah, siapa tahu ada orang yang berbelas kasihan terhadapnya dengan memberi makan kepadanya. Namun, tak seorang pun yang belas kasih kepadanya. Akhirnya, Hasan punya akal panjang yaitu mencuri buah durian milik tetangga yang kikir itu. Dia pulang ke rumah membawa sebuah durian. Ibunya pun senang melihat kedatangan anaknya yang membawa makanan. Ibunya pun memuji tindakan Hasan.
“Lain kali lebih banyak, ya, Nak! Tidak hanya satu!“ kata ibunya dengan polos.
Hari ini cuaca lebih cerah. Hasan pun pergi ke kebun. Diambilnya dua buah durian. Tapi naas bagi Hasan, warga sudah menghadangnya. Hasan di hakimi oleh massa.
“Ini bukan keinginan saya, tapi keinginan ibuku.”
Hasan menjerit kesakitan. Ibunya hanya diam.
“Bagaimana warga, apakah kita lanjutkan hukuman ini!” Kata kepala kampung.
“Lanjut, hajar dia, sampai dia kapok!” seru warga.
Ibunya hanya bisa melihat anak yang malang itu dihakimi massa. Setelah warga puas melampiaskan amarah dan meninggalkannya, ibunya datang memeluknya. Tapi Hasan malah memukul ibunya. Ibunya jatuh tersungkur di tanah.
“Kenapa ibu dulu tidak memarahiku ketika aku mencuri pertama kali. Sekarang jadi seperti ini. Ya Allah, hukumlah Ibu yang tidak menyayangi anaknya!” rintih Hasan.
Setelah membaca teks di atas, cobalah untuk merumuskan makna tersirat yang terdapat di dalamnya. Kemudian buatlah teks anekdot yang memiliki nilai yang sama sesuai dengan kreativitasmu. Setelah itu, sajikan hasil kerjamu dalam bentuk video dan unggah ke laman Youtube, Linknya serahkan melalui Google Classroom.
Senin, 30 Agustus 2021
Teks Eksposisi
Kompetensi Dasar
3.2 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi.
4.2 Mengkonstruksikan teks eksposisi dengan memerhatikan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan rekomendasi), serta struktur dan kebahasaan)
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini kamu diharapkan mampu menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi, serta mampumengonstruksi teks eksposisi dengan memperhatikan isinya.
Sebelum kita masuk ke materi silakan simak video berikut ini. (Klik Video di bawah ini)
Setelah menyimak video tersebut, saya berharap kalian telah mendapatkan gambaran mengenai materi yang akan kita pelajari kali ini. Selanjutnya ikuti instruksi di bawah ini:
Siapkan buku dan Penamu
Tulislah jawaban dari pertanyaan berikut di bukumu.
1. Apa tema yang disajikan pembicara pada video tersebut?
2. Apakah dalam video tersebut pembicara menyajikan opini/pendapatnya? Tuliskan apa saja opini tersebut!
3. Pada saat menyimak video tersebut cobalah untuk mulai mengidentifikasi bagian-bagian/strukturnya?
4. Bagaimana cara Pembicara dalam memperkuat pendapatnya?
5. Apa saja informasi penting yang disampaikan Pembicara pada video tersebut?.
Unggah potret hasil kerjamu di laman GCR, sekaligus sebagai bukti keaktifan pada KBM hari ini. Tidak menyerahkan maka dianggap tidak mengikuti KBM (Kecuali ada keterangan dari wali kelas/pengurus kelas)
Senin, 16 Agustus 2021
X IPS 2 Teks Laporan Hasil Observasi
Halo...Selamat datang di kelas Bahasa Indonesia, materi kita hari ini adalah Teks Laporan Hasil Observasi. Penjelasan mengenai apa itu laporan Observasi dan bagaimana struktur teksnya, dapat kalian pelajari dari video di atas. silakan simak video tersebut dengan seksama sambil mencatat hal penting yang perlu diingat. Jika ada hal yang tidak kamu pahami dan lanjutkan dengan membaca materi di bawah ini, Jika ada hal yang belum kamu pahami silakan ajukan pertanyaanmu di kolom Komentar pada postingan ini.
- Apabila ada salah satu diantara kalian yang ingin menanggapi/menjawab pertanyaan tersebut, disilakan dan akan mendapat +1 poin penilaian. (Keaktifan dalam KBM selalu disediakan +poin) jangan lupa menyertakan nama baik untuk penanya maupun yang ingin menjawab.
Setiap teks memiliki unsur kebahasaan yang berbeda-beda, demikian pula dengan teks laporan hasil observasi. Berikut ini adalah unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi.
1. Kata serta Frasa Verba dan Nomina
Jenis kata dan kelompok kata (frasa) yang dominan digunakan dalam sebuah teks laporan hasil observasi adalah verba (kata kerja) dan nomina (kata benda). Untuk memahami hal tersebut, kamu harus mengetahui perbedaan antara kata dan frasa.
Kata berbentuk morfem atau morfem bebas, yaitu satuan bahasa terkecil (dapat memiliki arti maupun tidak) yang bersifat bebas, contoh Baju, Kamu, Buah, dsb.
Frasa adalah satuan yang terdiri dari dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat. Frasa tidak bisa membentuk kalimat sempurna karena tidak mempunyai predikat. Selain itu, frasa merupakan kelompok kata yang nonpredikatif, atau tidak menduduki subjek dan predikat. Contoh wayang kulit, rumah sakit, warung makan, dsb.
2. Afiksasi
Dalam kegiatan berbahasa, kata yang digunakan dapat berupa kata dasar atau kata bentukan. Kata dasar adalah kata yang belum mendapat imbuhan, pemajemukan, atau pengulangan. Kata bentukan adalah kata yang telah mendapat imbuhan (afiksasi), pengulangan (reduplikasi), dan pemajemukan ketika digunakan.
3. Kalimat Definisi dan Kalimat Deskripsi
Ciri Kalimat Definisi
- Menjelaskan arti suatu objek
- Deskripsi bersifat umum atau tidak melibatkan fitur khusus objek
- Biasanya ditemukan dalam laporan ilmiah.
- Jika kalimatnya bertolak belakang, maka itu tidak akan mengubah arti kalimat itu
Contoh Kalimat Definisi
- Untuk lebih memahami definisi kalimat, berikut adalah beberapa contoh definisi kalimat.
- Suaka margasatwa adalah daerah berhutan dengan beragam jenis hewan.
- Warga adalah sekelompok orang yang tinggal di suatu daerah (negara).
- Survei adalah studi yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner atau melakukan wawancara untuk mengumpulkan data.
- Lima indera terlibat dalam menggambarkan objek
- Dapat membuat pembaca melihat atau membayangkan orang yang diceritakan
- Berbicara tentang fitur khusus objek
- Sering ditemukan dalam laporan atau deskripsi paragraf
- Jika kalimatnya terbalik, itu akan mengubah makna kalimat itu.
Contoh Kalimat Deskripsi
- Kadal itu membela musuh dengan mematahkan ekornya.
- Bunglon dapat mengubah warna kulit mereka berdasarkan di mana mereka berada.
4. Kalimat Simpleks dan Kompleks
Kalimat simpleks adalah suatu kalimat dimana hanya terdiri dari satu verba utama. Hal ini dikarenakan pada kalimat simpleks hanya mempunyai satu peristiwa, aksi, maupun tindakan.
Kalimat ini umumnya mempunyai pola :
S-P , S-P-O , S-P-O-K , S-P-O-K-Pel
- Pina membersihkan meja di ruang tamu. Maka kalimat diatas mengandung pola S-P-O-K
- Nisa menyiram bunga. Maka kalimat diatas mengandung pola S-P-O
Kalimat Kompleks adalah suatu kalimat dimana mempunyai lebih dari satu verba utama ataupun predikat karena disini terdapat dua aksi, peristiwa, ataupun kejadian. Kedua struktur ini umumnya dapat dipisahkan dengan tanda koma, konjungsi, maupun sebaliknya tidak mempunyai tanda atau konjungsi sama sekali.
Contoh :
- Pina membeli berlian baru karena ia mempunyai banyak uang. Maka pada kalimat ini mempunyai pola S-P-O-C-S-P-O
- Sifa menyanyi di kebun, burung pun berkicauan dengan begitu merdunya. Maka pada kalimat ini mempunyai pola S-P-K-S-P-K
X IPS 1 Teks Laporan Hasil Observasi
- Apabila ada salah satu diantara kalian yang ingin menanggapi/menjawab pertanyaan tersebut, disilakan dan akan mendapat +1 poin penilaian. (Keaktifan dalam KBM selalu disediakan +poin) jangan lupa menyertakan nama baik untuk penanya maupun yang ingin menjawab.
Setiap teks memiliki unsur kebahasaan yang berbeda-beda, demikian pula dengan teks laporan hasil observasi. Berikut ini adalah unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi.
1. Kata serta Frasa Verba dan Nomina
Jenis kata dan kelompok kata (frasa) yang dominan digunakan dalam sebuah teks laporan hasil observasi adalah verba (kata kerja) dan nomina (kata benda). Untuk memahami hal tersebut, kamu harus mengetahui perbedaan antara kata dan frasa.
Kata berbentuk morfem atau morfem bebas, yaitu satuan bahasa terkecil (dapat memiliki arti maupun tidak) yang bersifat bebas, contoh Baju, Kamu, Buah, dsb.
Frasa adalah satuan yang terdiri dari dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat. Frasa tidak bisa membentuk kalimat sempurna karena tidak mempunyai predikat. Selain itu, frasa merupakan kelompok kata yang nonpredikatif, atau tidak menduduki subjek dan predikat. Contoh wayang kulit, rumah sakit, warung makan, dsb.
2. Afiksasi
Dalam kegiatan berbahasa, kata yang digunakan dapat berupa kata dasar atau kata bentukan. Kata dasar adalah kata yang belum mendapat imbuhan, pemajemukan, atau pengulangan. Kata bentukan adalah kata yang telah mendapat imbuhan (afiksasi), pengulangan (reduplikasi), dan pemajemukan ketika digunakan.
3. Kalimat Definisi dan Kalimat Deskripsi
Ciri Kalimat Definisi
- Menjelaskan arti suatu objek
- Deskripsi bersifat umum atau tidak melibatkan fitur khusus objek
- Biasanya ditemukan dalam laporan ilmiah.
- Jika kalimatnya bertolak belakang, maka itu tidak akan mengubah arti kalimat itu
Contoh Kalimat Definisi
- Untuk lebih memahami definisi kalimat, berikut adalah beberapa contoh definisi kalimat.
- Suaka margasatwa adalah daerah berhutan dengan beragam jenis hewan.
- Warga adalah sekelompok orang yang tinggal di suatu daerah (negara).
- Survei adalah studi yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner atau melakukan wawancara untuk mengumpulkan data.
- Lima indera terlibat dalam menggambarkan objek
- Dapat membuat pembaca melihat atau membayangkan orang yang diceritakan
- Berbicara tentang fitur khusus objek
- Sering ditemukan dalam laporan atau deskripsi paragraf
- Jika kalimatnya terbalik, itu akan mengubah makna kalimat itu.
Contoh Kalimat Deskripsi
- Kadal itu membela musuh dengan mematahkan ekornya.
- Bunglon dapat mengubah warna kulit mereka berdasarkan di mana mereka berada.
4. Kalimat Simpleks dan Kompleks
Kalimat simpleks adalah suatu kalimat dimana hanya terdiri dari satu verba utama. Hal ini dikarenakan pada kalimat simpleks hanya mempunyai satu peristiwa, aksi, maupun tindakan.
Kalimat ini umumnya mempunyai pola :
S-P , S-P-O , S-P-O-K , S-P-O-K-Pel
- Pina membersihkan meja di ruang tamu. Maka kalimat diatas mengandung pola S-P-O-K
- Nisa menyiram bunga. Maka kalimat diatas mengandung pola S-P-O
Kalimat Kompleks adalah suatu kalimat dimana mempunyai lebih dari satu verba utama ataupun predikat karena disini terdapat dua aksi, peristiwa, ataupun kejadian. Kedua struktur ini umumnya dapat dipisahkan dengan tanda koma, konjungsi, maupun sebaliknya tidak mempunyai tanda atau konjungsi sama sekali.
Contoh :
- Pina membeli berlian baru karena ia mempunyai banyak uang. Maka pada kalimat ini mempunyai pola S-P-O-C-S-P-O
- Sifa menyanyi di kebun, burung pun berkicauan dengan begitu merdunya. Maka pada kalimat ini mempunyai pola S-P-K-S-P-K
Senin, 02 Agustus 2021
Analisis Isi Teks Laporan Hasil Observasi
berikut saya sajikan contoh teks LHO, silakan dibaca, dan dipahami terlebih dahulu ya... :)
Jika kita akan menganalisis teks tersebut maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni:
- Isi/peristiwa/objek observasi
- Kronologi/waktu
- Kelengkapan data
- struktur teks
- kebahasaan
Pada pertemuan yang lalu kalian telah mempelajari mengenai kebahasaan dalam teks LHO, jika ada yang terlupa silakan baca kembali materi tersebut disini
cobalah berlatih secara mandiri menganalisis isi teks LHO, dengan membuka Buku Siswa halaman 43 (Tugas). Kerjakan di Buku Tugasmu, dan tidak perlu diserahkan di GCR.
Belum memiliki Buku siswa? silakan unduh disini
Contoh analisis struktur teks LHO
Pantai
Definisi umum
Pantai adalah batas antara daratan dengan laut. Batas ini merupakan zona laut sampai dengan kedalaman 200 m (garis isobath 200 m). Jadi, sifat-sifat pantai sama dengan daratan. Menurut bentuknya ada empat macam pantai, yaitu pantai landai, pantai curam, pantai bertebing, dan pantai karang.
Deskripsi Bagian (Jenis pantai dari berbagai dasar klasifikasi)
Pantai landai memiliki ciri pantai yang permukaannya relatif datar. Termasuk pantai jenis ini adalah pantai mangrove, pantai bukit pasir, pantai delta, dan pantai estuari. Pantai curam biasanya bergunung-gunung. Karena peretakan yang memanjang sejajar pantai dan terkikis ombak yang besar, terjadilah tebing-tebing curam dan laut dalam. Contohnya, pantai di selatan pulau Jawa dan barat Pulau Sumatera. Sementara pantai bertebing (flaise) adalah pantai yang curam di muka tebing karena adanya pegunungan melintang tegak lurus terhadap pantai. Di pantai ini sering dijumpai laut yang dangkal. Terjadinya flaise karena penimbunan hasil perusakan tebing pantai itu sendiri yang disebabkan oleh abrasi atau erosi. Pantai karang terjadi jika di dasar laut sepanjang pantai terdapat terumbu karang, misalnya pantai di pulau Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Pantai seperti ini biasanya dijadikan objek wisata laut. Misalnya, Taman Bunaken di Manado.
Deskripsi bagian (Manfaat pantai)
Pantai merupakan tempat wisata yang populer dan pantas untuk dinikmati secara bersama keluarga. Pantai juga memiliki ekosistem pantai yang terdapat komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik pantai terdiri atas tumbuhan dan hewan yang hidup di daerah pantai. Sementara komponen abiotik pantai terdiri atas gelombang, arus, angin, pasir, batuan dan sebagainya. Tidak hanya itu, masih banyak yang terdapat di pantai dan dapat kita manfaatkan untuk kehidupan. Pasir yang dicampur dengan air laut diolah menjadi garam. Dan manfaat yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang adalah manfaat pasir buat kesehatan manusia.
Simpulan
Pantai terdiri atas beberapa jenis. Komponen biotik dan abiotik pantai mengandung banyak manfaat. Selain indah, pantai memiliki manfaat bagi kesehatan, dan nutrisi.
Sabtu, 06 Maret 2021
Pengertian, Tujuan dan Jenis Artikel PPT
CONTOH ARTIKEL DESKRIPSI
Tips Memilih Ikan Segar
(1) Ikan merupakan bahan makanan dengan
kandungan gizi yang tinggi. Dari anak-anak hingga dewasa sangat disarankan
untuk menambahkan ikan di dalam menu makanan. (2) Akan
tetapi, kandungan gizi ini bisa jadi tidak dapat didapatkan jika kita salah
memilih ikan.
(3) Ikan yang baik dapat dikenali dari beberapa cirinya. (4) Mata ikan segar akan terlihat bening, cembung atau
menonjol. (5)
Jika ikan masih segar,
matanya akan terlihat seperti saat ikan tersebut masih hidup. (6) Insang ikan segar juga berwarna merah tua dan
terang. Jika kita membaui bagian insang ini, maka akan berbau amis segar
layaknya ikan segar. (7) Jika ikan
tersebut sudah tidak segar maka akan sangat berbau busuk saat dicium. (8) Ciri lain ikan segar adalah ketika kita menekan
dagingnya maka akan terasa keras. Berbeda dengan ikan busuk yang akan sangat
lunak dan mudah hancur. (9)
Memperhatikan kondisi
ikan berarti memperhatikan asupan gizi yang akan dikonsumsi.
Source: https://ruangsekolah.net
CONTOH
ARTIKEL NARASI
Liburan Sekolah di Rumah
Membantu Ibu
(1) liburan semester yang lalu, saya
tidak pergi kemana-mana. (2) Saya hanya di rumah dan melakukan kegiatan saya
seperti biasa kecuali pergi ke sekolah. (3) Kegiatan saya di rumah hanya membantu ibu membuat kue untuk tahun baru. (4)
Ketika saya membantu ibu, saya terlalu lama memanggang kue sehingga kuenya
gosong. (5) Akibat hal tersebut lantas ibu marah terhadap saya dan kemudian saya mencoba membuat kue lagi dengan
penuh kehati-hatian agar hasil nya baik. (6) Saya membuat kue dibantu oleh
sepupu yang kebetulan sedang berkunjung kerumah kami untuk belajar membuat kue.
(7) Pada saat itu rasa malu mengiringi tatkala sepupu menertawai akibat ibu
memarahi saya, tapi saya senang karena dia akhirnya membantu saya sehingga
hasil kue yang berikutnya begitu sempurna. (8) Kemudian, selesai membuat kue kami
membersihkan seisi rumah, mencuci piring dan menyapu halaman. (9) Waktu liburan
ini terasa menyenangkan karena semua hal saya lakukan bersama sepupu saya.
Source: https://kabarkan.com
CONTOH
ARTIKEL EKSPOSISI
Penetapan Standar Caleg
dalam Meminimalisir Tindakan Korupsi
(1) Dalam pemilihan umum,
Seharusnya setiap partai politik memiliki standar yang ketat dan tegas dalam
perekrutan calon anggoya legislatif. (2) Standar kriteria setiap calon wakil
rakyat haruslah bisa menjadi kualifikasi tegas bagi para calon anggota wakil
rakyat yang bermasalah, khususnya korupsi. (3) Seperti contoh, Para calon
legislatif yang pernah tercantun dalam permasalahan pelanggaran HAM atau
permasalahan korupsi, tidak diperkenankan untuk menjadi dan diterima sebagai
anggota legislatif. (4) Hal tersebut perlu diperhatikan dengan tegas, karena
anggota dewas diharapkan adalah benar- benar orang yang bermasalah dan memiliki
integritas tinggi terhadap negeri. (5) Penetapan standar dalam pemilihan calon
anggota legislatif adalah salah satu tindakan yang sangat penting untuk di
galakkan. (6) Berdasarkan fakta dan hasil survei, menunjukkan bahwa lemabaga
parlemen dalam sistem pemerintahan parlementer, baik itu lembaga tingkat pusat
maupun lembaga yang ada ditingkat daerah, dianggap sebagai lembaga-lemabaga
dengan tingkat pelanggaran korupsi tertinggi. (7) Hal tersebut di jelaskan oleh
Jojo Rohi yang menjabat sebagai sekertaris jendral komite indpenden pemantau
pemilu (KIPP). (8) Penetapan standar caleg merupakan tindakan yang perlu dan
penting untuk digalakkan. Hal tersebut dikarenakan anti korupsi menjadi hal
prinsip yang harus di cantumkan dalam kriteria pencalonan anggota legislatif.
(9) Setiap caleg yang memiliki track record yang buruk seperti pelanggaran HAM
(poligami, selingkuh, dsb) dan korupsi, seharusnya tidak diperkenankan menjadi
anggota dewas legislatif. (10) Harapan dari tindakan tersebut adalah
berkurangnya angka korupsi di tingkat lembaga legislatif.
Source: https://saintif.com
CONTOH
ARTIKEL ARGUMENTASI
Pendidikan Karakter
(1) Pendidikan adalah sarana
untuk membuat manusia menjadi lebih beradab dan berilmu. (2) Tanpa pendidkan
kita semua tidak lain dan tidak bukan hanyalah sekumpulan binatang. (3) Dengan
pendidikan, kita bisa menjadi seperti apa yang kita inginkan dan dengan
pendidikan kita juga bisa pergi kemanapun kita mau. (4) Oleh sebab itu,
pendidikan sangatlah penting untuk diberikan kepada seluruh umat manusia. (5) Namun,
ada satu yang tak kalah penting dengan pendidikan, yaitu pendidikan karakter.
(6) Sama halnya dengan pendidikan-pendidikan lain yang tujuan utamanya untuk
mengajarkan pendidikan karakter atau nilai-nilai moral yang baik kepada
manusia. (7) Mengapa pendidikan karakter ini perlu dilakukan? Pada dasarnya
ilmu tanpa moral atau karakter akan menciptakan individu-individu yang
berbahaya dan bejat, seperti koruptor, diktator, dan lain-lain. (8) Dengan
pendidikan karakter, maka akan mencegah timbulnya orang-orang seperti itu, karena
biasanya orang-orang dengan karakter baik akan berperilaku baik pula. (9) Coba
bayangkan orang yang berilmu dan memiliki karakter yang baik, pastilah akan
menjadi individu yang baik dan berguna bagi orang lain. (10) Pendidikan
karakter mengajarkan kita tentang moral-moral atau nilai yang baik sebagai
manusia, seperti tanggung jawab, taat kepada Tuhan, jujur, percaya diri, dan
masih banyak lagi. (11) Dengan memasukan nilai-nilai tersebut kepada seluruh
individu pastilah akan terbentuk individu-individu dengan karakter yang kuat
dan berilmu. (12) Itulah mengapa pendidikan karakter tidak kalah penting dengan
pendidikan-pendidikan lainnya.
Source:
https://www.dosenpendidikan.co.id
CONTOH
ARTIKEL PERSUASI
Madu
(1) Banyak sekali beredar madu
yang ternyata menggunakan campuran pemanis buatan. (2) Tanpa kita sadari produk
madu tersebut dapat membahayakan kesehatan kita, baik pemakaian dalam jangka
pendek ataupun jangka panjang. (3) Akan tetapi mulai sekarang jangan khawatir
lagi, karena kini telah hadir madu asli Pure
Honey. (4) Madu kemasan asli tanpa campuran apapun. (5) Pure Honey sangat terjamin mutu dan
kualitasnya.(6) Pure Honey merupakan
madu asli tanpa campuran air atau pemnais buatan.(7) Sarang lebah untuk madu
ini merupakan hasil ternak di salah satu hutan. (8) Peternakan lebah ini sangat
terjaga. (9) Proses pengambilannya pun selalu memperhatikan prosedur yang
benar. (10) Pure Honey dijamin
kualitasnya dalam meningkatkan stamina kesehatan Anda. (11) Kemasan Pure Honey juga sudah aman dan sesuai
dengan standar kemasan internasional, dan paling penting adalah produk ini
sudah mendapat label halal dari MUI. (12) Oleh karena itu, mulailah beralih
mengkonsumsi madu Pure Honey demi
menjaga kesehatan Anda. (13) Ayo konsumsi Pure
Honey sekarang juga!.
Source:
https://www.mautidur.com







