Tampilkan postingan dengan label #DutaRumahBelajar2020 #Pusdatinkemdikbud #BerbagiTIK #PembaTIK2020 #RumahBelajar2020. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #DutaRumahBelajar2020 #Pusdatinkemdikbud #BerbagiTIK #PembaTIK2020 #RumahBelajar2020. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 November 2020

Kandidat DRB Kalimantan Utara 2020


Seleksi Duta Rumah Belajar (DRB) Tahun 2020 kembali digelar. Meski harus dilaksanakan secara daring, tapi tidak mengurangi semangat para calon DRB memberikan penampilan terbaik dihadapan juri. Tahun ini, Kalimantan Utara memiliki lima kandidat DRB yakni, Bapak Ardiyansyah, M. Pd., Bapak Dedy Salman S. Pd., Ibu Surnariyah, S. Pd., Ibu Anita Nurhasanah, S. Pd. dan saya sendiri Nurhayati, S. Pd.. Semangat kami untuk membawa perubahan dalam dunia pendidikan Kalimantan Utara sangatlah besar, kami yang terpilih tahun ini adalah wakil dari rekan kami sesama Sahabat Rumah Belajar yang juga memiliki visi dan misi yang sama dalam memajukan pendidikan di wilayah kami. 

Bersama, kami akan berkolaborasi dalam melaksanakan aneka kegiatan yang telah menjadi rencana aksi di tahun mendatang. Berbagi adalah tujuan kami, menyebarkan informasi dan praktik baik demi kemajuan bersama untuk seluruh rekan guru Kalimantan Utara. Dukungan dari berbagai pihak tentunya sangat kami harapkan agar apa yang telah kami rencanakan dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Kami berharap semangat merdeka belajar yang selama ini digaungkan Menteri Pendidikan kita dapat terus menyulut semangat kita sebagai insan pendidik untuk bergerak dan semakin jeli dalam membangun strategi belajar yang tepat, utamanya di masa pandemi saat ini. 

Salah satu trategi yang dapat diterapkan adalah dengan memanfaatkan portal Rumah Belajar www.belajar.kemdikbud.go.id yang di dalamnya telah terdapat fitur-fitur yang dapat mendukung kegiatan belajar mengajar apalagi selama pandemi seperti saat ini. Rumah belajar menyajikan empat fiturr utama yakni:

  1. Sumber Belajar
  2. Kelas Maya
  3. Bank Soal
  4. Laboratorium Maya

Selain keempat fitur tersebut, tentu banyak fitur pendukung lain yang dapat dimanfaatkan serta dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Semuanya gratis dan dapat dimanfaatkan mulai dari siswa PAUD hingga SMA/SMK. Oleh karena itu, tunggu apalagi? ayo akses sekarang juga, karena belajar dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Merdeka belajarnya, Rumah Belajar Portalnya. 

Selasa, 20 Oktober 2020

Gugah Siswa Turut Mengisi Konten Peta Budaya di Portal Rumah Belajar Lewat Pembelajaran Menulis Teks Cerita Sejarah


Masa pandemi seperti saat ini menuntut banyak hal dari kita semua, mulai dari pembelajaran yang dilakukan secara daring dan termasuk juga perampingan kompetensi dasar yang diajar di setiap tingkatkan kelas. Saat ini, untuk mata pelajaran bahasa Indonesia saya harus menyesuaikan kembali materi dengan silabus yang diterbitkan dalam rangka situasi khusus seperti saat ini. Teks cerita sejarah adalah salah satu materi yang diajarkan untuk siswa kelas XII SMA, agar pembelajaran tidak membosankan karena harus membaca sendiri materi maka saya menerapkan beberapa strategi. Nah, kali ini saya menggunakan konferensi video sebagai sarana untuk bertatap maya dengan siswa saya. 

Sehubungan dengan materi yang harus saya ajarkan kali ini, saya berinisiatif untuk sekaligus mengajak siswa untuk berpartisipasi mengisi konten Peta Budaya yang ada di Portal Rumah Belajar. Seperti kata pepatah, "tak kenal maka tak sayang" maka sebelum mengajak mereka saya perkenalkan dulu apa itu portal rumah belajar. apa saja fitur yang ada di dalamnya dan apa saja manfaat jika kita mengakses portal besutan pemerintah ini. 





Saya melakukan sosialisasi dan integrasi pembelajaran memanfaatkan fitur Peta Budaya ini di seluruh kelas yang saya ampu, yaitu kelas XII sejumlah enam rombel dengan total 216 Siswa. Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Telampaui. Itulah yang saya harapkan, selain mensosialisasikan portal Rumah Belajar, Memanfaatkan fitur yang ada,  berusaha turut mengisi konten yang ada pada fitur peta budaya dan mencapai tujuan pembelajaran tentunya. Saya berharap, tujuan pembelajaran saya pada materi menulis cerita sejarah khususnya sejarah daerah yang ada di wilayah Kalimantan Utara yang dibuat oleh siswa-siswa saya, dapat menjadi referensi untuk mengisi konten pada fitur Peta Budaya. Mengingat pada peta Kalimantan Utara masih kosong. Padahal fitur ini sangatlah penting dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang membutuhkan informasi mengenai daerah yang ada di Indonesia termasuk Kalimantan Utara yang merupakan provinsi termuda di Indonesia.  Saya berharap praktik baik ini, membuahkan hasil demi mendukung proses pembelajaran dan keutuhan isi pada fitur Peta Budaya di portal kita tercinta yaitu Rumah Belajar. 











VLOG PembaTIK: SRB Berbagi Pemanfaatan Portal Rumah Belajar


 Salah satu tugas PembaTIK Level 4: Berbagi, tahun ini setiap peserta wajib membuat vlog yang berisi tentang pemanfataan portal rumah belajar, dan untuk itu terciptalah vlog di atas. 

SRB Berbagi: Webinar "Merdeka" Kolaborasi SRB Kalimantan Utara

Gambar Poster Kegiatan

Jumat, 16 Oktober 2020 telah terselenggara webinar "Merdeka" Menuju Garda Depan Kalimantan Utara hasil kolaborasi SRB Kalimantan Utara. Pada Kegiatan ini Saya bersama dua rekan SRB yakni Ibu Durrotul Machfiyyah dan Ibu Aspina Sihabuddin menyampaikan materi mengenai pemanfatan TIK untuk kegiatan pembelajaran kepada peserta didik dan guru yang bergabung melalui konferensui video. 
Pada kesempatan yang baik ini, saya berbagi mengenai pembuatan Blog. Mengapa Blog? karena Blog merupakan salah satu sarana berbagi yang dapat diakses siapa saja dan kapan saja.

Di sisi lain,selama  masa pandemi ini dimana pemebelajaran harus dilakukan secara daring, perlu disikapi dengan arif oleh guru. Jika selama ini pembelajaran hanya dilakukan secara tatap maya dan menggunakan LMS yang ditentukan sekolah, maka lagi-lagi diperlukan kreativitas agar siswa tidak merasa jenuh. Perlu ada solusi alternatif yang dapat meringankan tugas guru dan sekaligus membuat siswa senang dalam mengikuti pembelajaran. Salah satu solusi itu adalah dengan memanfaatkan Blog sebagai media pembelajaran alternatif. 




Era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi telah berpengaruh besar dalam dunia pendidikan. Blog kini telah menjadi sumber belajar alternatif. Orang atau siswa bisa menggunakannya kapan dan di mana saja, tanpa dibatasi ruang dan waktu. Pembelajaran sekarang bersifat luwes, tidak harus menuntut pola baku pertemuan guru – siswa di kelas dan waktu tertentu. Perkembangan internet yang sangat pesat, dapat dimanfaatkan untuk menunjang peningkatan prestasi belajar siswa yaitu belajar melalui media alternatif Blog. Blog atau web pribadi dapat menyimpan materi-materi atau bahan ajar yang relevan dengan bidang kita. 

Guru dapat membuat blog dan mengisinya dengan berbagai informasi yang bersentuhan dengan kegiatan pembelajaran. Beberapa informasi yang dapat diunggah di antaranya kisi-kisi materi pembelajaran, kisi-kisi soal ulangan, materi pelajaran, tugas siswa, dan lain-lain. Dengan kata lain, blog ini dapat dijadikan media pembelajaran alternatif. Media pembelajaran melalui blog memiliki banyak keuntungan. Misalnya, siswa dapat belajar materi lebih lengkap, waktu yang lebih lama, dan tentunya suasana yang lebih menyenangkan. Siswa dapat belajar di mana pun dan kapan pun.


Selain bermanfaat bagi guru, bagi siswa pun Blog juga dapat dimanfaatkan siswa sebagai wadah untuk mengekspresikan diri, disana mereka dapat mengunggah karya berupa tulisan, foto, maupun video yang mereka buat. Selain sebagai sarana berbagi blog juga sangat efektif untuk sarana dokumentasi atau mengarsipkan karya yang kita buat dan dapat dinikmati kapanpun. Untuk itu, pada kegiatan ini, selain berbagi teknik pembuatan dan desain blog, saya juga memotivasi peserta didik untuk terus menulis dan mengembangkan bakat yang dimiliki sehingga kian terasah dan dapat dilihat oleh orang lain. 







Jumat, 16 Oktober 2020

SRB Berbagi: Teknik Editing Video Menggunakan KINE Master dan Pemanfaatan Portal Rumah Belajar Selama PJJ


Sabtu, 3 Oktober 2020, kegiatan SRB Berbagi kembali digelar. Kali ini menyasar guru yang ada di SMAN 1 Tanjung Selor namun ternyata, ada pula guru sekolah lain yang juga turut bergabung mengikuti kegiatan ini. Sangat senang, bisa berbagi praktik baik mengenai teknik editing video menggunakan aplikasi KINE Master ini. Mengingat di masa pandemi saat ini, guru harus berusaha menyampaikan materi dengan maksimal. Selain menggunakan aplikasi tatap maya, salah satu alternatifnya adalah membuat tayangan video pembelajaran yang dapat diakses siswa sehingga dapat belajar dimana saja kapan saja.



Salah satu aplikasi editing video yang mudah digunakan dengan memanfaatkan telepon genggam yaitu KINE Master adalah solusi untuk membuat video pembelajaran yang keren. Di dalam aplikasi ini selain mengedit video, kita pun dapat menambahkan teks, menambahkan musik latar dan rekaman audio bila diperlukan. Untuk memperindah ada banyak sekali animasi dan transisi yang bisa dipilih sesuai selera kita. Pada kesempatan yang baik ini pula, saya membagikan aplikasi kine master PRO Edition untuk seluruh peserta. 

Selain menyampaikan mengenai teknik editing video, saya juga berbagi mengenai pemanfaatan portal rumah belajar yang memiliki fitur-fitur yang dapat digunakan untuk pembelajaran. Empat fitur utama ditambah fitur pendukung yang beraneka ragam dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk siswa SMA/SMK saja, namun juga untuk siswa PAUD/TK, SD dan SMP. Sungguh portal yang sangat lengkap bukan?. Ayo, tunggu apa lagi, akses portal Rumah Belajar dan nikmati sensasi belajar yang menyenangkan kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja.








Dukungan Kepala Sekolah Untuk Peserta PembaTIK Level 4

 


Gambar Penyerahan surat dukungan untuk peserta PembaTIK Level 4

Tahun ini saya kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar bersama lagi dengan 29 orang lainnya di pembaTIK Level 4. Kegiatan PembaTIK telah menjadi salah satu kegiatan yang saya nantikan selama dua tahun terakhir, pengalaman mengikuti PembaTIK tahun lalu, membuat saya tertarik untuk kembali mengikuti kegiatan ini. Meskipun untuk peserta yang telah memiliki sertifikat level 2 boleh langsung ikut kegiatan level 3, namun tahun ini saya tetap mengikuti dari level 1 dengan menggunakan akun Simpatik baru.

Kegiatan PembaTIK tahun ini, sangat berbeda dengan tahun lalu. Sungguh banyak pengetahuan baru yang saya peroleh selama mengikuti kegiatan ini. Semangat saya mengikuti mulai dari level 1 hingga sampai di level 4, disambut baik oleh atasan saya di SMAN 1 Tanjung Selor, yaitu Bapak Sunjono, S. Pd., M. Si.. Tahun ini, kegiatan PembaTIK Level 4 dilakukan secara daring, dan saya sangat bersyukur mendapatkan  dukungan penuh dari beliau, yang mengizinkan saya mengikuti kegiatan pembaTIK ini hingga selesai. Pada kesempatan ini juga, Kepala SMAN 1 Tanjung Selor langsung menyerahkan surat tugas dan surat dukungan untuk keikutsertaan pada kegiatan ini. 




Tahun ini kegiatan PembaTIK Level 4 secara keseluruhan dilaksanakan secara daring, maka saya tetap bisa melakasanakan tugas utama saya. Selama pembelajaran jarak jauh, tentu diperlukan banyak inovasi yang dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang menyenangkan. Maka, lagi-lagi dari kegiatan PembaTIK ini lah saya mendapatkan ilmu-ilmu baru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Lalu, apakah masih ada alasan untuk tidak bergabung di kegiatan PembaTIK?. Tentu jawabnya tidak, untuk itu saya mengajak Bapak/Ibu Guru hebat Indonesia untuk bergabung dan menggikuti kegiatan PembaTIK yang rutin diselenggarakan Pusdatin setiap tahunnya.

 

Selasa, 06 Oktober 2020

Tugas Untuk XII IPS 3 Membuat kalimat sesuai dengan kaidah kebahasaan dalam teks cerita sejarah

  Pada pertemuan yang lalu, kalian telah memperlajari enam kaidah kebahasaan dalam cerita atau novel sejarah. Sekarang, cobalah membuat masing-masing dua buah kalimat sesuai kaidah tersebut. Tuangkan jawabanmu pada kolom komentar sesuai format di bawah ini!

Nama :

1. Kalimat bermakna lampau.

a.

b.

2. Kalimat dengan menggunakan verba material.

a.

b.

3. Kalimat dengan menggunakan verba mental. 

a.

b.

4. Kalimat dengan menggunakan konjungsi temporal. 

a.

b.

5. Kalimat dengan menggunakan kata sifat.

a.

b.

Senin, 28 September 2020

Pemanfaatan Fitur TV Edukasi Pada Portal Rumah Belajar Untuk Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter

 


Gambar: Tampilan Video Pendidikan Karakter pada TV On Demand

Memiliki gernerasi cerdas berkarakter adalah salah satu cita-cita bangsa Indonesia, untuk mendukung tercapainya cita-cita tersebut maka muncullah kebijakan mengenai Penguatan Pendidikan Karakter  (PPK). PPK terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik. PPK pada Satuan Pendidikan merupakan amanat yang termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, dilaksanakan dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah, dan merupakan tanggung jawab kepala satuan Pendidikan Formal dan guru. Peraturan presiden ini kemudian dituangkan lagi dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 20 tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan formal. Maka, lengkaplah pondasi dasar untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter antara religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Nilai-nilai ini  ingin  ditanamkan  dan dipraktikkan melalui sistem pendidikan nasional agar diketahui, dipahami, dan diterapkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat.

Sesuai dengan Perpres Nomor 87 Tahun 2017, yang bertanggung jawab melaksanakan PKK pada pendidikan formal adalah kepala satuan pendidikan dan guru. Di sekolah kami, SMAN 1 Tanjung Selor kegiatan PPK dilaksanakan oleh wali kelas setiap hari senin. Jika biasanya setiap Senin, selalu ada upacara bendera yang hadiri seluruh warga sekolah. Selama penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah kami, kegiatan tersebut diganti dengan kegiatan PPK yang langsung dikomandoi oleh wali kelas. Nah.. selaku wali kelas, maka kegiatan PPK untuk kelas XII MIPA 4 otomatis adalah tanggung jawab saya.

Kegiatan PPK untuk kelas XII MIPA 4, biasanya dilakukan secara tatap maya dengan memanfaatkan aplikasi konferensi video, meskipun tidak semua peserta didik dapat bergabung dalam kegiatan ini dengan alasan kondisi jaringan dan keterbatasn kuota internet. Setidaknya kegiatan ini rutin terlaksana dan diharapkan mampu memberi manfaat. Seperti yang sudah disebutkan pada paragraf di atas bahwa terdapat setidaknya lima nilai utama dalam PKK yang harus saya sampaikan, agar siswa terstimulasi dan dapat mencerna nilai-nilai tersebut, selain memanfaatkan aplikasi konferensi video saya juga memanfaatkan tayangan yang tersedia di salah satu fitur yang ada pada portal Rumah Belajar www.belajar.kemdikbud.go.id . Fitur itu adalah TV Edukasi .

Pada laman TV Edukasi kita dapat mengakses Video On Demand yang salah satu menunya adalah Pendidikan Karakter. Di dalam menu tersebut banyak tayangan yang menyajikan film pendek yang sarat muatan karakter. Sehingga, kegiatan PPK yang saya lakukan tidak lagi kaku dan terkesan menceramahi. Langkah yang Saya lakukan adalah meminta peserta didik menyimak video yang telah saya tentukan sesuai dengan tema yang akan diangkat minggu ini. Selanjutnya, peserta didik diharapkan mampu menganalisis intisari cerita dan menghubungkannya kedalam lima karakter PKK, kemudian peserta didik ditunjuk secara acak menyampaikan hasil analisisnya. Pada akhir kegiatan saya, memberikan penguatan terkait dengan karakter yang telah dibahas. Tentunya tidak lupa untuk memberikan apresiasi kepada peserta didik yang bersedia berbagi hasil analisisnya.

Kini, kegiatan PPK tidak lagi menjadi momok yang membosankan karena peserta didik hanya sebagai pendengar namun, mereka juga dapat aktif terlibat menganalisis, mengomunikasikan hasil temuannya dan berbagi contoh penerapan pendidikan karakter yang mereka lakukan di rumah. Ini baru satu menu dalam satu fitur ya, di dalam portal rumah belajar masih banyak fitur-fitur lain yang pastinya mendukung kegiatan pembelajaran. Ayo, tunggu apalagi mari akses portal Rumah Belajar www.belajar.kemdikbud.go.id J

 


Minggu, 27 September 2020

Sepenggal Cerita Bertatap Maya Menggunakan Aplikasi Konferensi Video


           Gambar: Kegiatan Kuliah Umum PembaTIK Level 4 yang dilakukan dengan memanfaatkan konferensi video  

Kita dihadapkan pada situasi sulit dimasa ini, yakni ketika kita harus menghalau musuh tak kasat mata bernama virus Corona. Virus yang sanggup meluluh lantakan dunia ini membuat semua bidang dalam hidup manusia kocar-kacir. Dalam bidang kesehatan, para peneliti berlomba dengan waktu menemukan vaksin yang tepat untuk menangkal Si Corona. Dalam bidang pendidikan, guru pun berjibaku membuat formula terbaik agar peserta didik tidak terampas haknya untuk mendapatkan pembelajaran. Salah satu alternatif yang sejauh ini digunakan guru untuk menyampaikan materi pembelajaran adalah dengan memanfaatkan aplikasi konferensi video. Kegiatan tatap maya ini terpaksa dilakukan mengingat pertemuan tatap muka di sekolah tidak dibenarkan untuk saat ini.

Pemanfaatan konferensi video menurut saya cukup efektif, jika diikuti oleh seluruh peserta didik. Namun, mengingat kondisi geografis, kondisi ekonomi dan sosial peserta didik. Harapan bahwa dengan kegiatan tatap maya ini guru dapat berbagi ilmu secara maksimal menjadi hambar. Bagaimana tidak?, jika diberlakukan kegiatan tatap maya biasanya hanya sekitar 50% peserta didik yang bergabung, sisanya jangan ditanya. Alasan mereka adalah kondisi jaringan yang sulit dan keterbatasan pemilikan kuota data internet. Meskipun, untuk saat bersamaan pemerintah meluncurkan program berbagi kuota untuk peserta didik tampaknya itu belum menjadi stimulus handal yang mampu mendongkrak partisipasi peserta didik dalam kegiatan tatap maya. Menurut hemat saya, sejauh ini peserta didik lebih suka jika disajikan video pembelajaran yang bisa mereka akses kapan saja dan dimana saja mereka berada karena, tidak mengikat waktu mereka.

Jika itu permasalahan pada peserta didik, lain halnya dengan guru. Sebagai guru, saya secara pribadi sangat terbantu dengan adanya aplikasi konferensi video yang kini masiv digunakan. Kegiatan yang berada diluar jangkauan fisik terasa dekat dan dapat diikuti seperti pada kegiatan Kuliah Umum PembaTIK Level 4 yang lalu. Meski sekali waktu hambatannya tentu jaringan dan kapasitas kuota data yang menipis. Tapi, terlepas dari itu semua kegiatan tatap maya sangatlah bermanfaat bagi saya.

#BerbagiTIK  #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020  #Pusdatinkemdikbud #PembaTIK2020

Sabtu, 26 September 2020

SRB Berbagi: Editing Video dengan Aplikasi KINE Master, Pembuatan Blog dan Pemanfaatan Portal Rumah Belajar (Berbagi bersama di MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara)



Selama kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung, guru memiliki tantangan baru dalam menyampaikan materi pelajarannya, selain menyampaikan materi dengan cara tatap maya atau (virtual converence) alternatif  solusi yang dapat dilakukan untuk menyiasati penyampaian materi adalah membuat sebuah video pembelajaran yang diunggah melalui media sosial ataupun mengunggah pada LMS yang digunakan masing-masing guru. Jika video ini disebarluaskan, bukan hanya siswa yang Bapak/Ibu guru ajarkan saja yang akan menerima manfaatnya. Siswa yang berada jauh dari jangkauan pun dapat menyimak materi tersebut dan belajar dari hal yang Bapak/Ibu sampaikan dalam video tersebut.  

Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa tahapan dalam membuat sebuah video pembelajaran yaitu:

1.   Tahap Perencanaan 

Pada tahapan ini, Bapak/Ibu guru mulai menentukan ide dan menganalisis kebutuhan mengenai materi/Kompetensi Dasar apa yang akan dibuatkan video. Kemudian, membuat rancangan materi yang akan disampaikan dalam video. Sebaiknya pada saat rancangan materi ini kita menuangkannya kedalam naskah menggunakan word ataupun slide power point. Ini akan memudahkan kita saat melakukan kegiatan produksi.

2.  Tahap Produksi

Pada tahapan inilah video mulai dibuat. Dibutuhkan alat pengambilan gambar berupa kamera telepon genggam, atau kamera saku, alat penyangga kamera, kain latar (jika diperlukan), lampu tambahan untuk mendukung pencahayaan (jika diperlukan). Lalu, nyalakan kamera dan silakan Bapak/Ibu mulai beraksi menjelaskan materi yang sudah Bapak/Ibu siapkan. Pada tahapan ini, usahakan artikulasi dan nada bicara Bapak/Ibu jelas terdengar, jangan terlalu cepat ya.. J sehingga siswa Bapak/Ibu dapat memahami materi dengan baik.

3.  Tahap Pasca Produksi

Setelah melakukan kegiatan produksi, kita dapat menyimak hasil rekamannya. Jika ternyata, ada kesalahan penyampaian, atau hal yang ingin ditambahkan. Maka inilah saatnya, melakukan hal tersebut. Pada tahapan pasca produksi kita melakukan proses editing video, yang dalam hal ini Bapak/Ibu dapat menggunakan aplikasi Kine Master. Kine Master adalah aplikasi yang memungkinkan kita untuk mengedit video dengan menggunakan telepon genggam. Wah… tentunya menarik bukan?, prosesnya pun sangat sederhana. Belum punya aplikasinya? UNDUH DISINI

Berdasarkan hal di atas, kami merasa perlu berbagi dengan Bapak/Ibu semua, agar bisa memanfaatkan aplikasi ini demi mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh yang saat ini Bapak/Ibu lakukan. Maka terselenggaralah kegiatan berbagi bersama di MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Bulungan, yang dalam kegiatan ini juga diikuti oleh guru-guru dari luar wilayah kabupaten Bulungan dan dari lintas mata pelajaran. Pada kesempatan yang baik ini, Saya berbagi menyampaikan mengenai teknik editing video dengan menggunakan Kine Master. Tidak sendirian, pada kegiatan ini Duta Rumah Belajar 2018 dari Kalimantan Utara Bapak Eri Afrizal Juga turut membagikan ilmunya mengenai pembuatan Blog. Alhamdulillah, kegiatan dapat berjalan dengan lancar hingga selesai, betapa senangnya dapat berbagi dengan Bapak/Ibu semua apalagi melihat antusiasme Bapak/Ibu guru yang begitu tinggi dalam menyimak penyampaian kami.

Pada kesempatan yang baik ini, tidak lupa saya juga menyampaikan bahwa ada sebuah portal juga sangat mendukung kegiatan PJJ kita saat ini. Sebuah rumah yang bukan sembarang rumah, apalagi kalau bukan “Rumah Belajar” J. Rumah Belajar adalah Portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.

Begitu memasuki laman www.belajar.kemdikbud.go.id Bapak/Ibu guru akan dimanjakan dengan aneka fitur, mulai dari fitur utama hingga fitur pendukung yang tentunya sangat menarik dan bermanfaat.

Ayo… tunggu apalagi? Segera akses “Rumah Belajar”, Belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja J.  

 


#PusdatinKemdikbud #PembaTIK2020 #BerbagiTIK #RumahBelajar2020 #DutaRumaBelajar2020 #Hayati